Bom Kampung Melayu, Pengamat Intelijen: Tokoh Masyarakat Punya Peran Besar Perangi Terorisme



Ledakan bom bunuh diri di Kampung Melayu semalam begitu mencengangkan publik. Media asing dan luar negeri gencar memberitakannya.

Bagi Indonesia, ini merupakan serangan terorisme kedua dalam dua tahun terakhir. Setelah aksi mematikan serupa pernah terjadi di Thamrin pada 14 Januari 2016.
BERITA REKOMENDASI

Menanggapi kejadian di atas, pengamat intelijen Susaningtyas Nefo Handayani Kertopati meminta pemerintah berkaca dari serangan bom di konser musik penyanyi Amerika Serikat Ariana Grande di Inggris. Pihak intelijen Inggris (MI6) kala itu sudah melakukan deteksi dini, tetapi bom meledak jua dan jatuhnya korban tak terhindarkan.

“Apa yang terjadi pada konser musik Ariana Grande di Inggris menandakan lembaga intelijen pun butuh peran kewaspadaan masyarakat di mana pun dan kapan pun terhadap lingkungannya,” kata dia kepada Okezone, Kamis (25/5/2017).

Untuk itu, Badan Intelijen Nasional (BIN) di Indonesia juga tidak bisa dibiarkan bekerja sendirian. Dia menambahkan, BIN sebagai koordinator tentu saja sangat membutuhkan pula kerja sama yang baik dan simultan dengan seluruh elemen masyarakat.

“Sehingga tidak ada celah bagi mereka yang ingin bermain di air keruh. Kita harus memberikan dukungan positif kepada, tidak saja BIN, tetapi juga Polri, TNI, BNPT, kementerian agama, sosial dan pendidikan dan kebudayaan untuk memerangi terorisme,” tuturnya.

Beruntungnya, kata perempuan yang akrab disapa Nuning tersebut, di Indonesia pengaruh dan peran serta tokoh masyarakat sangat besar. Jika mereka juga aktif menyuarakan cara memerangi dan mencegah aksi terorisme, niscaya banyak orang akan mendengarkan dan menjalankannya.

“Pola patron client di negara kita ini masih besar, sehingga tokoh masyarakat untuk bicara suatu hal pasti didengar dan dijalankan,” ucapnya.

Di sisi lain, ia menyarankan pemerintah juga bisa memerangi terorisme menggunakan pendekatan soft power seperti deradikalisasi. Ia mendukung upaya tersebut karena sifatnya lebih ke pendekatan kultural. Namun dalam aspek tertentu, dia yakin pemerintah pun layak memakai hard power (militer) jika dibutuhkan.

“Jangan lupa, ISIS masuk ke semua negara juga melalui pendekatan budaya. Mari membangun masyarakat yang damai dan sejahtera bersama,” ujarnya.

0 Response to "Bom Kampung Melayu, Pengamat Intelijen: Tokoh Masyarakat Punya Peran Besar Perangi Terorisme"

Posting Komentar

juis

loading...