Ringankan BebanOrang Tua, Deni Rela Berdagang " INI " dari Citayam Menuju Istiqlal....



Masih sekitar 2 setengah jam lagi sampai adzan maghrib berkumandang di Masjid Istiqlal.

Sore itu, Deni (15) bersama adiknya Nur (11), berkeliling di sekitar pintu gerbang Al Fattah untuk menjajakan plastik hitam sebagai tempat menaruh sepatu bagi pengunjung yang hendak masuk ke dalam masjid.

Tak banyak plastik hitam yang laku di tangan Nur, namun sang Kakak sudah berhasil menjual sebanyak 10 kantong kresek yang dihargai dengan upah 'seikhlasnya'.
.
"Satu plastik ya terserah mau bayar berapa saja. Seikhlasnya saja," tutur bocah laki-laki yang ditinggal Ibunya setahun lalu akibat penyakit komplikasi itu, di Masjid Istiqlal, Sawah Besar, Jakarta Pusat, Sabtu (27/5/2017).
.
Meski begitu, cukup banyak keuntungan yang didapatkan Deni dan Nur apabila pengunjung Masjid Istiqlal menggludak.

Dari modal Rp 8.000 untuk membeli satu bungkus plastik yang berisi 80 buah kantong kresek, Deni bisa meraup laba bersih kurang lebih Rp100.000.
.
"Modalnya cuma Rp 8.000. Kalau laku semua bisa dapat uang Rp100.000," katanya.

Ayah Deni yang berprofesi sebagai pengemudi ojeg online, memperbolehkannya berdagang dengan syarat bisa menjaga diri dan adiknya baik-baik.

Ayahnya meminta agar Deni tidak meninggalkan bangku sekolah hingga lulus SMA.

Karena itu, ia bersama adiknya rela menempuh perjalanan jauh dari Citayam, Bogor menuju Juanda, Jakarta di setiap harinya untuk berangkat dan pulang bersekolah.
.
"Sekarang sekolah di SMP 39 Jakarta kelas VIII. Kalau adik kelas 5. Saya sekolahnya siang, jadi berangkat jam 10. Perjalanan nail KRL 1 setengah jam. Sama adik berangkatnya," ujar Deni.

Sedangkan Deni dan Nur berdagang di hari Sabtu dan Minggu ketika keduanya tidak ada kegiatan sekolah.

Ia berjualan di Masjid Istiqlal mulai dari jam 12.00 hingga 20.00.

Sebelum berpuasa, Deni, Nur bersama Ayahnya tak lupa mengunjungi makam ibunya yang berlokasi di dekat kediamannya di Citayam, Bogor.

0 Response to "Ringankan BebanOrang Tua, Deni Rela Berdagang " INI " dari Citayam Menuju Istiqlal...."

Posting Komentar

juis

loading...